Negeri Para Bedebah!

pusing baca file pdf tentang kode etik hakim dalam islam, ngeresume di kertas folio buat tugas agama islam dari bu Rofikah, dikumpulin jam 10.20 pagi, tanggal 21 des 2009

keinget puisi yang judulnya “negeri para bedebah” yg pernah di baca di me*ro tv, iseng-iseng nyari di om google
dan hasilnya:

=====================================================
Negeri Para Bedebah!
(Adhie M Massardi)

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan
========================================================

klo dipikir-pikir generasi yang memimpin pemerintahan sekarang adalah generasi yg dulunya “mungkin” adalah aktivis yang berpikiran secara idealisme, ikut “turun kejalan” pada masa sukarno

tapi sampai sekarang masalah negara masih sama malah cenderung bertambah, apa itu berarti “mereka” hanya bisa berbicara tentang keadilan, “mengkritik” kinerja, tapi pada saatnya “mereka” menggantikan, tidak ada perubahan yang terjadi

lalu apa arti dari “REVOLUSI” “DEMOKRASI” “KEBEBASAN BERPENDAPAT” jika hanya terucap tanpa “hal kecil” yang dilakukan

hal tersulit dari manusia adalah bagaimana caranya “MEMBAUR TAPI TIDAK MELEBUR”?
tanyalah hati kecilmu tentang “SEMUA INI” saat arti dari “REFORMASI” terinjak keserakahan dari “mereka” yang dulu membelanya

surakarta, 20 des 2009
“suara hati jurnalis amatir”
kuntz

Negeri Para Bedebah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s