Pemuda Dan Islam

pemuda dipilih sebagai pelaku, karena memiliki potensi yang besar sebagai agen perubahan…

pemuda sebagai segmen yang tercerahkan, karena memiliki kemampuan intelektual…

pemuda dapat berperan sebagai orang yang memiliki kemampuan logis dalam berfikir sehingga dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah…

pemuda juga memiliki karakter positif, idealis dan energik. idealis yang dimaksud adalah belum terkotori oleh kepentingan pribadi, juga belum terbebani oleh beban posisi. pemuda masih bebas menempatkan diri pada posisi yang dianggap terbaik, tanpa adanya hambatan…

setiap zaman pemuda memegang peran penting, kisah ibrahim as sang pembaharu, atau sang pemuda kahfi yang masing-masing begitu sigap menerima kebenaran, atau orang-orang yang segera menerima dan mendukung dakwah rosulullah saw pun ternyata adalah para pemuda, bahkan abu bakar yang cukup tua saat itu baru berusia 37th

ada 3 peran yang harus diperhatikan sosok pemuda:

  1. sebagai generasi penerus (at thur: 21), meneruskan nilai-nilai yang ada pada suatu kaum
  2. sebagai generasi pengganti (al maidah: 54), menggantikan kaum yang memang sudah rusak dengan karakter mencintai dan dicintai Allah, lemah lembut kepada kaum mu`min, tegas kepada kaum kafir, dan tidak takut celaan orang yang mencela
  3. sebagai generasi pembaharu (maryam: 42), memperbaiki dan memperbarui kerusakan yang ada pada suatu kaum.

islam adalah sebuah ideologi yang memberikan energi besar bagi perubahan. hal ini dimungkinkan karena karakter islam yang bersifat syumul (universal), mencakup seluruh aspek kehidupan dan mengatur seluruh bagian manusia. islam tidak hanya sekedar mengatur ibadah spiritual saja, namun meliputi segala aspek yaitu politik, pendidikan, ekonomi, budaya, dll. dan islam juga mewarnai pola pikir, emosi, perasaan, pemikiran dan juga fisik. ber-islam-nya seseorang akan melahirkan sebuah totalitas

dari dua kata pemuda dan islam akan memberikan sebuah energi besar yang berlipat. potensi tersebut seharusnya diarahkan dengan baik sehingga perubahan akan tercipta. berbicara tantangan perubahan, maka akan muncul pertanyaan. mengapa harus ada perubahan?

  1. kondisi saat ini sangat jauh dari ideal, tidak dipungiri lagi bahwa masyarakat saat ini sangat jauh dari islam. contoh yang nampak di permukaan adalah moral masyarakat, budaya korupsi sudah biasa.
  2. perubahan adalah sunatullah, artinya suka atau tidak, kita akan menemui perubahan. oleh karena itu, diamnya kita berarti membiarkan “kekalahan”, ideologi yang kita yakini kebenarannya dan membiarkan terjadinya perubahan yang tidak kita kehendaki. dalam firman Allah bahwa Allah tidak akan mengubah kondisi suatu kaum hingga mereka mengubah kondisi dirinya sendiri (QS Ar Ra`ad: 11)
  3. melakukan perubahan adalah perintah di dalam islam, sebagaimana dalam suatu hadits Rasulullah  saw menyatakan bahwa orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin adalah orang yang beruntung, orang yang hari ini sama dengan hari kemarin adalah rugi dan orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin adalah celaka. artinya kalau kita membiarkan kondisi statis tanpa perubahan, apalagi membiarkan perubahan kearah yang lebih buruk, berarti kita tidak termasuk orang yang beruntung. dalam QS Al Imron: 104 Allah memerintahkan agar ada kaum yang menyeru kepada kebaikan sebagai sebuah perubahan

sumber: temu kader fakultas hukum uns

Pemuda Dan Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s