Pancasila dan cita-cita kepemimpinan Indonesia

Oleh: Kuncoro Probojati

Satu Juni menjadi salah satu tanggal bersejarah untuk bangsa indonesia, karena tanggal ini menjadi tanggal dari lahirnya dasar negara indonesia yaitu pancasila, dasar ditetapkannya 1 juni sebagai hari lahir pancasila karena pada tanggal 1 juni 1945 pertama kalinya konsep tentang pancasila diperkenalkan oleh bapak proklamator kita, Ir. Soekarno pada pidato gagasan tentang dasar negara yang disampaikan didalam sidang badan penyelidik usaha persiapan kemerdekaan (BPUPK) yang kemudian badan ini berubah nama menjadi badan penyelidik usaha persiapan kemerdekaan indonesia (BPUPKI).

Banyak terjadi perubahan-perubahan dalam perumusan pancasila sejak tanggal 1 juni 1945 hingga tanggal 18 agustus 1945 terutama dalam hal pemilihan kata yang tentu saja dapat merubah makna dari nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila, hingga ahirnya isi pancasila yang disepakati berbunyi: ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Membicarakan sejarah pancasila tentu akan mengembalikan ingatan kita pada TAP No. II/MPR/1978 tentang eka prasetia pancakarsa atau pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila (P4), yang jika kita perhatikan point-point penjabarannya, khususnya pada sila keempat yaitu sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dan permusyawarahan perwakilan, yang ternyata dapat kita artikan bahwa sila ini adalah sifat-sifat sosok pemimpin yang diharapkan ada oleh pancasila, yaitu sifat-sifat seperti mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat, tidak memaksakan kehendak terhadap orang lain, mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama, musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan, dengan itikat yang baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah, musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur, keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Kerinduan akan sosok sifat-sifat seorang pemimpin diataslah yang dirasakan oleh rakyat indonesia saat ini, semoga pemimpin indonesia kedepan adalah seorang pemimpin yang memenuhi sifat-sifat kepemimpinan diatas, mari memulainya dari diri kita sendiri karena perubahan besar negara ini dimulai dari diri kita sebagai warganegaranya.

-Ketikan iseng setelah duduk bersama peserta diskusi pancasila BEM FH UNS kabinet “berani”-

Pancasila dan cita-cita kepemimpinan Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s