Membenahi Kaderisasi Partai Politik

Perubahan selalu menjadi isu menarik menjelang pemilihan umum, kejenuhan akan kondisi lama yang tidak segera mengalami perbaikan senantiasa menjadi bahasan evaluasi yang selalu ada. Setiap terjadi pergantian pemimpin, ternyata sangat mudah bagi kita menemukan janji-janji untuk melakukan perubahan.

Suara-suara rakyat agar terorganisir menjadi kekuatan masa dalam demokrasi menjadi alasan terbentuknya partai politik, aspirasi rakyat diwujudkan menjadi suara partai, lebih sempit lagi aspirasi ini diwakilkan oleh kader partai politik.

Citra partai politik tentu tidak bisa kita lepaskan dari kinerja kader partai politik, melihat dari kondisi kinerja dan tingkat kepercayaan publik hari ini terhadap partai politik dengan kasus-kasus yang yang terjadi pada kader partai seperti korupsi, kolusi dan nepotisme, tentu menjadi pekerjaan rumah yang harus segera di benahi oleh partai politik.

Berbicara mengenai kader partai tentu tidak bisa kita lepaskan dari peran partai politik Indonesia, dewasa ini partai politik semakin menampakkan keanehan-keanehannya, yang seharusnya berperan sebagai komunikasi politik, sosialisasi politik, rekruitmen politik dan pengelolaan konflik (Budiardjo; 2003). terlihat jelas justru telah terjadi pengkaderan yang buruk pada partai politik saat ini.

Kecurigaan ini wajar saja muncul karena kader yang memungkinkan akan dicalonkan oleh partai politik adalah orang lama yang sudah sering muncul diperpolitikan Indonesia meskipun ternyata kader tersebut sedang terjerat kasus besar dinegeri ini.

Kaderisasi partai politik adalah ajang pembuktian keseriusan partai politik terhadap aspirasi rakyat yang memilihnya, karena dari sana kita dapat melihat cara partai politik mempersiapkan kadernya untuk menjadi wakil partai politik, jangan sampai kader yang menjadi wakil partai politik ternyata tidak cakap menyampaikan aspirasi rakyat atau lebih parahnya ternyata kader tersebut hanya dijadikan ajang untuk menarik simpati rakyat dalam masa pemilihan.

.

Partai politik suka tidak suka harus segera membenahi kaderisasi didalam tubuh partainya, pembinaan berjenjang, bertingkat dan berkelanjutan harus mampu membentuk kader partai politik menjadi negarawan Indonesia.

Jika partai politik telah mampu membenahi sistem kaderisasi didalam tubuhnya, maka jumlah kader partai yang dianalogikan sebagai kutu loncat karena suka berpindah-pindah partai tentu akan berkurang karena kader partai merasakan manfaat pembinaan yang dilakukan partai politik terhadap dirinya, selain itu kaderisasi yang baik tentu akan mampu menciptakan sosok negarawan Indonesia yang dirindukan rakyat, yang artinya tentu mampu meningkatkan jumlah simpatisan partai politik yang akan memilihnya.

Mari berjuang bersama membenahi kaderisasi partai politik Indonesia, agar mampu tercipta Indonesia yang berdaulat dan sejahtera karena wakil-wakil partainya telah mampu menjadi negarawan Indonesia, sosok yang berjuang untuk bangsanya.

Kuncoro Probojati

Membenahi Kaderisasi Partai Politik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s