Loyalitas Salah Kaprah

Loyalitas dapat kita artikan sebagai bentuk kesetiaan untuk patuh pada sesuatu, baik kepada kelompok maupun individu, loyalitas ini sebagai bentuk rasa solidaritas kita terhadap lingkungan yang kita rasakan berjasa bagi kita.

Loyalitas terhadap sekolah atau almamater biasanya diciptakan bersamaan dengan acara penerimaan siswa baru sebagai bentuk menciptakan rasa cinta terhadap almamaternya, tidak jarang hal ini disalahgunakan beberapa oknum untuk sekaligus menurunkan kebiasaan – kebiasaan buruk seperti dendam antar almamater yang berpotensial menyebabkan tawuran.

Tawuran kini semakin terasa telah menjadi semacam indikator keberanian dan kebersamaan yang digunakan sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan almamater atau sekolahnya, hal ini menjadi paradoks tersendiri ditengah – tengah gencarnya pemerintah mensosialisasikan pendidikan berkarakter.

Salah kaprah dalam memahami makna loyalitas seperti ini, justru berpotensial menciptakan perpecahan – perpecahan kecil ditubuh Indonesia, jika tidak segera ditanggulangi, bisa jadi kedepannya akan tercipta Indonesia yang jauh dari bhineka tunggal ika, jauh dari makna persatuan karena mudah terpecah belah atas nama loyalitas terhadap kelompok – kelompok kecil.

Pendidikan seharusnya mampu menciptakan manusia yang mendahulukan penyelesaian masalah dengan cara – cara yang lebih elegan yaitu dengan menggunakan kemampuan intelektual bukan dengan  menggunakan cara – cara kekerasan seperti tawuran.

Kesadaran persatuan pemuda dalam bingkai keindonesiaan sebenarnya sudah pernah terekam dalam peristiwa sejarah masa perjuangan Indonesia yang bernama sumpah pemuda, sumpah yang diucapkan perwakilan – perwakilan pemuda seindonesia agar bertumpah darah, berbangsa dan berbahasa yang satu dalam bingkai keindonesiaan.

Senada dengan sumpah pemuda, konstitusi kita juga telah mengatur agar semangat persatuan menjadi bagian dari pendidikan Indonesia yaitu dalam undang – undang dasar tahun 1945 (UUD 1945) setelah amandemen pada pasal 31 ayat 5 yang berbunyi “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai – nilai agama dan persatuan bangsa untuk memajuan peradaban kesejahteraan umat manusia.”

Kita sepenuhnya sadar, pemerintah tidak akan mampu mewujudkan sedikit dari tujuan pendidikan seperti yang tercantum dalam undang – undang diatas tanpa bantuan  seluruh elemen bangsa Indonesia, mari ikut mengawal dan bersama – sama wujudkannya, agar terciptanya Indonesia yang sejahtera dan beradab.

Kuncoro Probojati

Loyalitas Salah Kaprah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s