Lilin Harapan Pejuang Antikorupsi

Sabtu dini hari lalu (6/10) puluhan aktivis antikorupsi tanpa dikomandoi berkumpul di kantor Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) untuk memberikan dukungan langsung terhadap KPK karena meraka menduga akan terjadi cicak versus buaya jilid II hal ini disebabkan dari sejak jum`at sore hingga malam banyak polisi baik berpakaian lengkap maupun hanya menggunakan batik yang berkumpul di kantor KPK dengan tujuan membawa penyidik Polri yang sedang bertugas di KPK

Sejak sabtu dini hari hingga senin pagi aksi dukungan terhadap KPK terjadi dibanyak wilayah indonesia, banyak yang juga mulai mempertanyakan keberadaan presiden susilo bambang yudhoyono (SBY) yang tidak segera hadir menyelesaikan ketegangan KPK-POLRI ini

Malam tadi, presiden SBY menyampaikan pidato yang intinya berisi, pertama, menyerahkan sepenuhnya kasus simulator SIM kepada KPK, kedua, menyatakan bahwa kasus Novel Baswedan belum saatnya ditindak karena kondisi penyidikan kasus simulator SIM

Pesan yang disampaikan SBY dalam pidatonya ini layaknya lilin harapan baru untuk pejuang antikorupsi khususnya yang berada di KPK, pertama karena kasus simulator ini seluruhnya diserahkan kepada KPK yang artinya KPK dapat fokus bergerak untuk menyelesaikan kasus ini tanpa gangguan siapa – siapa, kedua, dengan tidak ditariknya Novel baswedan dari KPK maka kasus ini dapat segera dituntaskan tanpa perlu pergantian koordinator

Masyarakat antikorupsi

Sungguh sangat menarik saat kita mulai menganggap korupsi telah membudaya di Indonesia, tapi faktanya dukungan terhadap KPK mengalir begitu besar, tentu dukungan ini bukan bermaksud melawankan antara KPK versus POLRI tapi Antikorupsi versus Korupsi. Masyarakat mulai cerdas berpihak, semua sadar jika KPK terus dilemahkan, korupsi tidak akan pernah selesai dan tentu jika itu terjadi, Indonesia tanpa korupsi hanya mimpi.

Masyarakat Indonesia telah tumbuh menjadi masyarakat antikorupsi, dan efeknya adalah  mulai terciptanya budaya antikorupsi, sebuah perlawanan terbaik terhadap korupsi di negeri ini.

Motor Penggerak Antikorupsi

Pemuda seperti yang sering kita dengan adalah pemimpin masa depan bangsa, dari para pemuda negeri ini kita berharap perubahan yang baik untuk Indonesia, pemuda pada hakekatnya memiliki beberapa kemampuan yang menunjang  mereka menjadi motor penggerak antikorupsi, jiwa muda yang dikenal penuh dengan semangat, nurani yang tulus untuk bergerak, dan tubuh muda yang kuat menjadi penunjang kemampuan sebagai motor penggerak gerakan antikorupsi.

Jika 28 Oktober 1928 pemuda Indonesia dapat menyatukan diri dalam semangat perlawanan terhadap penjajah sehingga pada tanggal itu terbentuklah sebuah manifesto pemersatu dengan nama sumpah pemuda, sebuah sumpah agar menyatukan diri dengan semangat keindonesiaan.

Lilin harapan pejuang antikorupsi

Terbentuknya semangat perlawanan terhadap korupsi yang diserukan banyak kalangan di Indonesia menjadi cermin yang memantulkan rasa muak mereka terhadap pelaku korupsi, sebuah bentuk perlawanan yang sangat efektif saat budaya korupsi melawan budaya antikorupsi.

Pidato SBY yang menyerahkan penyelesaian kasus simulator SIM kepada KPK pasca kisruh kemarin tentu patut kita aspirasi secara positif terlepas dari penilaian beberapa pihak sebagai pencitraan semata.

Penyerahan kasus langsung kepada KPK serta dukungan berbagai pihak terhadap penyelesaian kasus korupsi tentu menjadi lilin harapan baru bagi pejuang antikorupsi untuk membersihkan koruptor di Indonesia lebih khusus lagi di tubuh POLRI, sebuah perjuangan membersihkan institusi pemerintah yang masih sangat diperlukan bagi masa depan Indonesia.

Tentu menjadi harapan bersama agar lilin harapan ini dapat bertahan lama menjadi penerang dari kasus – kasus yang melibatkan anggota POLRI nantinya, karena pada akhirnya #SaveKPK #SavePOLRI #SelamatkanIndonesia, Salam Antikorupsi

Kuncoro Probojati

Lilin Harapan Pejuang Antikorupsi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s