Awas Penimbunan Sembako oleh Partai Politik

newsberitta.blogspot.com
newsberitta.blogspot.com

Beberapa waktu yang lalu Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia mengalami kenaikan harga khususnya premium dari Rp.4.500 menjadi Rp.6.500 hal ini sesuai dengan rapat anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), kemudian yang perlu kita perhatikan berikutnya adalah potensi kenaikan harga Sembilan Bahan Pokok (sembako) di Indonesia, setidaknya menurut saya sedikitnya kita akan mengalami lima kali kenaikan harga sembako.

Kenaikan pertama pada saat isu kenaikan BBM digulirkan, dimana kita perhatikan dulu saat keputusan kenaikan ini masih belum jelas naik atau tidakternyata beberapa kebutuhan pokok telah mengalami kenaikan, hal ini dirasa perlu oleh sebagian pedagang dengan alasan bersiap-siap menyambut kenaikan BBM.

 

Kenaikan kedua pada saat BBM telah mengalami kenaikan harga, dimana akan dilakukan adaptasi harga kepada beberapabarang kebutuhan pokok yang disebabkan biaya transportasi yang akan naik bersamaan dengan naiknya harga BBM

Kenaikan ketiga terjadi menjelang bulan puasa, seperti telah kita ketahui bersama, telah menjadi kebiasaan dimana harga kebutuhan pokok justru makin meroket saat menjelang bulan puasa karena kebutuhan rumah tangga lebih banyak yang dibutuhkan saat ini, sebagai santapan spesial saat sahur atau makanan berbuka puasa yang tidak biasa.

Kenaikan keempat terjadi menjelang Idul Fitri, hari spesial yang di nanti umat Islam sebagai hari kemenangan, tentu di hari ini akan banyak makanan spesial di atas meja ruang-ruang keluarga, yang artinya semakin tinggi tingkat permintaan terhadap sembako kembali menjadi sebab naiknya harga.

Jika kemudian partai politik membeli sembako dalam jumlah besar sesaat sebelum isu kenaikan BBM digulirkan tentu biaya yang digunakan lebih sedikit daripada sesaat sebelum menjelang Idul Fitri, dengan biaya yang ringan mereka telah dapat bertindak seperti malaikat penolong bagi rakyat miskin dengan cara membagikan sembako tersebut, inilah yang disebut pembagian sembako dengan cara menimbunnya terlebih dahulu.

Penimbunan sembako seperti ini seringkali dilakukan oleh keluarga kita, dengan cara membeli sejumlah kebutuhan pokok untuk keperluan sebulan lamanya, dengan alasan agar bisa berhemat saat harga naik secara tiba-tiba, tapi penimbunan sembako ini dengan skala yang relatif kecil.

Selain untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang sering melakukan praktek penimbunan sembako adalah toko kecil penjual kebutuhan pokok, yang digunakan untuk mencari keuntungan dengan membeli dalam jumlah yang banyak.

Kembali lagi kepenimbunan sembako oleh partai politik, tentu cara memberikan sembako secara gratis akan sangat berguna untuk menarik simpati rakyat agar memilih partai politik tersebut, apalagi momentumnya sangat tepat karena menjelang tahun pemilihan umum berlangsung.

Padahal penimbuanan yang dilakuakan oleh partai politik tentu jumlahnya tidak sedikit, akibatnya bisa saja terjadi kelangkaan kebutuhan pokok di pasar, yang lagi-lagi dapat memicu kenaikan harga, yang berakibat makin sulitnya rakyat membeli barang kebutuhan pokok

Untuk mengurangi sedikit efek dari ini semua, maka yang dapat dilakukan pemerintah adalah mengatur agar kenaikan harga tetap pada batas-batas yang wajar sehingga tidak dipergunakan oleh pihak-pikah tertentu yang tentu saja dapat merugikan rakyat, selain itu dapat juga diberlakukan batas maksimal pembelian barang untuk mengurangi potensi penimbunan dalam skala besar.

Tidak hanya pemerintah, kita juga dapat berperan aktif mengawal kenaikan harga sembako, salah satu caranya adalah dengan memantau harga sembako dibeberapa pasar serta segera melapor pada pihak terkai jika ditemukan ada hal-hal yang mencurigakan.

Awas Penimbunan Sembako oleh Partai Politik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s