Cahaya di Negeri Kunang-Kunang

izzatulyazid.blogspot.com
izzatulyazid.blogspot.com

“Di malam yang gelap gulita, aku tak ingin menjadi singa yang gagah nan ditakuti. Aku lebih ingin menjadi kunang-kunang. Meski kecil dan tampak lemah, namun bisa menerangi sekitar dengan segenap cahaya yang kupunya” demikian barisan kata yang tertulis di lidah sampul buku berjudul “Negeri Kunang-Kunang”. Meski menggunakan kata “Negeri” buku ini bukanlah bagian atau lanjutan dari cerita tentang Thomas salah satu karakter dalam Negeri para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk karya Tere Liye.

Inilah hasil kolaborasi karya kedua kami yang tergabung dalam Forum Indonesia Muda (FIM)angkatan ke-14, setelah menyelesaikan proyek kolaborasi “Notes From FIM 14 C” yang dipublikasikan dalam format pdf, kini kami menggunakan format yang lain yaitu dikemas dalam format buku, jika sebelumnya hanya 38 penulis dengan 38 karya dalam “Notes From FIM 14 C” maka dalam “Negeri Kunang-Kunang” jumlah penulis menjadi berjumlah 40 dengan total 54 karya yang terhimpun.

 

Bukudengan jumlah total 400 halaman iniditerbitkan oleh Penerbit Smart Writing yang berpusat di Yogyakarta, terbagi menjadi 8subtema yaitu,bagian pertama yang membahas tentang pendidikan di Indonesia dari mulai lingkup keluarga hingga negara disatukan dalam subtema “Modal Awal Pembagunan”.

Bagian kedua membahas tentang lingkungan hidup dari mulai pemanfaatan barang bekas hingga semangat menciptakan lingkungan hijau disatukan dalam subtema “Save Our Earth” karena sejatinya banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan lingkungan sekitar.

Bagian ketiga membahas pembentukan karakter dari mulai mengenal diri hingga berkolaborasi dalam satu visi untuk Indonesia yang lebih baik disatukan dalam subtema “Build Your Character”agar pemuda sadar potensi dansiap berkarya untuk negeri.

Bagian keempat dengan pembahasan dunia politik dari mulai falsafah “salam banjur” hingga  kondisi demokrasi Indonesia saat ini disatukan dalam subtema “Polite Your Democrazy”agar pemuda tidak buta politik sehingga terhindar dari permainan politikus busuk yang gemar menghasut.

Bagian kelima dengan pembahasan kewirausahaan dari mulai menanamkan jiwa enterpreneur sejak dini hingga gerakan koperasi Indonesia untuk kehidupan yang lebih sejahtera disatukan dalam subtema “Penggerak Roda Kehidupan Bangsa”

Bagian keenam dengan pembahasan kearifan lokal dari mulai filosofi rumah adat hingga mengenal pulau-pulau Indonesia disatukan dalam subtema “Selamatkan Jati Diri Bangsa!” karena keragaman di tubuh pertiwi adalah karunia Illahi untuk kita warisi.

Bagian ketujuh membahas tentang beberapa pengalaman pemuda dalam menjalankan pengabdiannya bagi Indonesia dari menulis buku hingga menjadi dokter di pelosok negeri dalam subtema“Menjadi Sebaik-baiknya Manusia” karena disana ada bekal kita menuju hidup yang abadi.

Dan yang terakhir pada bagian kedelapan dengan subtema “Pernak-pernik Forum Indonesia Muda” berisi cerita tentang pengalaman mengikuti FIM 14 baik yang tertinggal kereta menuju Cibubur hingga cerita dijarahnya praja IPDN di Bukit Tinggi.

Semoga buku sederhana ini mampu menginspirasi pemuda Indonesia dimanapun ia berada, menjadi kunang-kunang yang memberi penerang ditengah gelapnya malam, menjadi solusi dari masalah yang dihadapi negeri agar cita-cita para pendiri segera terwujud.

Buku “Negeri Kunang-Kunang” dijual dengan harga sebesar Rp.50.000 dimana 50% -nyaakan digunakan untuk membantu pendanaan kegiatan sosial FIM, bagi yang tertarik untuk memesan buku ini dapat mengirimkan e-mail ke kuncoroprobojati@gmail.com atau langsung menghubungi anggota FIM 14 di kampus teman-teman.

Cahaya di Negeri Kunang-Kunang

2 pemikiran pada “Cahaya di Negeri Kunang-Kunang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s