Bahasa Persatuan Indonesia

asemmanis.wordpress.com
asemmanis.wordpress.com

Kami Putra dan Putri Indonesia

Menjunjung Bahasa Persatuan

Bahasa Indonesia

(Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928)

Potongan kalimat tersebut pernah membahana dalam ruang kongres pemuda II di jalan Kramat Raya 106, Jakarta, diucapkan dengan lantang oleh pemuda-pemuda perwakilan daerah dari nusantara, menjadi sumpah pengikat yang menyatukan tidak hanya pemuda yang hadir saat itu tetapi menjadi pemersatu dari seluruh daerah di Indonesia.

Momentum itu juga telah menyatukan perjuangan jong Ambon, jong Java, jong Batak, jong Celebes, jong Sumatranen Bond dan beberapa organisasi kepemudaan berbasis kedaerahan, menjadi perjuangan yang lebih besar, perjuangan berbasis keIndonesiaan, perjuangan menuju kemerdekaan bangsa.

Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari gugusan pulau nusantara, tentu memiliki bermacam-macam kebudayaan daerah, dan juga bermacam-macam bahasa daerah. Kesalahpahaman dalam berbahasa dengan daerah lain tentu akan terus terjadi jika bangsa ini tidak memiliki bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.

Setelah momentum sumpah pemuda bergelora di tahun 1928, bahasa Indonesia telah menjadi jembatan penghubung antar kebudayaan di Indonesia, mempermudah pertukaran informasi antar daerah, hingga akhirnya menjadi salah satu tonggak kemerdekaan Indonesia di tahun 1945.

Jika pemuda tahun 1928 telah menjadikan bahasa sebagai bahasa persatuan, maka tugas kita, pemuda saat ini, untuk menjaga bahasa Indonesia agar tetap menjadi bahasa persatuan Indonesia, ditengah gempuran bahasa alay, gaul, dan lain sebagainya.

Menjaga bahasa Indonesia juga dapat diartikan menjaga persatuan Indonesia karena dari bahasa Indonesia kita dapat meminimalisir kesalahpahaman yang terjadi antara bahasa daerah, kesalahpahaman yang dapat menimbulkan konflik antar daerah, yang akhirnya dapat memicu perpecahan di tubuh bangsa ini.

Ada tiga cara termudah menjaga bahasa Indonesia agar tetap menjadi bahasa persatuan bagi bangsa ini, cara pertama, terus mempelajari bahasa Indonesia, cara kedua, menggunakan bahasa Indonesia dalam kegiatan formal baik lisan maupun tulisan, dan cara ketiga mengajarkan penggunaan bahasa Indonesia ke daerah pelosok Indonesia.

Kita adalah penjaga bahasa Indonesia, yang akan selalu setia menjaga bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa, melanjutkan perjuangan pemuda tahun 1928 yang telah mengikrarkannya. Salam Garuda, berkarya untuk bangsa.

http://kampus.okezone.com/read/2013/10/22/367/884836/bahasa-persatuan-indonesia-di-tengah-gempuran-bahasa-alay

Bahasa Persatuan Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s