Jujur: Langkah Awal Membangun Negeri

http://eramadina.com/jujur-langkah-awal-membangun-negeri/
http://eramadina.com/jujur-langkah-awal-membangun-negeri/

Tulisan ini telah dimuat dalam Opini eramadina.com 1 Desember 2013

http://eramadina.com/jujur-langkah-awal-membangun-negeri/

Indonesia negeri makmur loh jinawi, penuh sumber daya alam dan juga ramah orangnya, hingga tongkat kayu di tanam jadi tanaman. Itu dulu. Tapi kini, penggundulan hutan di mana-mana, seolah lupa bahwa hutan tak dapat tumbuh dalam satu malam, bencana air bah menghantui, korupsi merongrong negeri membuat yang kaya lupa daratan membuat yang miskin segera bertemu dalamnya tanah daratan, dikubur karena tak mampu makan.

Mirisnya banyak pemuda mengerjakan hal-hal tak penting, masalah sepele menjadi besar dari adu mulut berakhir ricuh dalam panggung bernama tawuran, ditempat-tempat sepi pelajar belajar menghisap rokok, lalu berganti mencoba narkoba hingga mati membuatnya berhenti, video porno meracuni pemuda lain, perkosaan menjadi pelampiasan, membunuh untuk menghilangkan jejak menjadi pilihan, akhirnya bui menanti sang pemuda.

Masihkah pemuda tak sadar diri, orang tua busuk yang menjabat pasti akan renta dan bertemu ajal, sudah siapkah sang pemuda menjadi pengganti dari orang tua busuk, atau justru ikut menjadi busuk menjual negeri agar perut makin membuncit? Masalah negeri sejatinya berasal dari nurani yang tak jujur, membohongi diri, membohongi keluarga, membohongi lingkungan hingga negeri, maka berlatih jujur itu kunci, membangun negeri yang bersih dari korupsi dan bersih dari kebusukan diri.

Mari jujur atas kesalahan pribadi, bukan malah mencari kambing hitam lalu pergi keluar negeri, jujur pada diri hindari perilaku buruk agar dapat berdiri menantang mereka yang busuk bukan malah jatuh terjerembab karena diri tak jauh berbeda dari yang busuk. Jujur membuat kita belajar, dari kekurangan diri untuk selalu berbenah, menjadi manusia yang lebih baik, tidak jujur artinya menipu diri dengan segala kemampuan tak benar, dari sini lahirlah kolusi, korupsi dan nepotisme.

Memberantas korupsi dapat dengan efektif dilakukan jika perilaku jujur mampu mendarah daging, menjadi laku hidup sehari-hari anak ibu pertiwi, pembangunan negeri lebih terlihat hasilnya, tanpa praktik kotor yang menggerogoti negeri berupa korupsi.

Jujur langkah awal membangun negeri, karena dengannya tidak akan ada kebusukan penerimaan dalam sistem rekruitmen pejabat negeri, hanyaorang-orang terbaik yang akan lolos seleksi bukan orang-orang yang membayar mahal, tentu dengan ini sumber daya manusia yang terseleksi akan mampu bekerja dengan profesional, tidak berpikir mencari untung agar uang suap kembali ke kantong.

Jujur membuat semua pekerjaan menjadi lebih baik, jalan-jalan yang diperbaiki akan mampu bertahan lebih lama, karena perbaikan jalan dilakukan dengan jujur, sehingga daya guna jalan menjadi lebih lama serta lebih baik, transportasi pun menjadi lebih nyaman, perekonomian bergerak lebih baik karena tidak terhambat jalanan yang rusak.

Anggaran membangun negeri dapat berjalan lebih efektif serta efisien karena tidak ada lagi aliran dana yang menuju kantong pribadi, semua sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan tanpa pembengkakan dana di beberapa pos anggaran, sehingga pembangunan negeri dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Mari berlatih jujur di setiap kesempatan yang ada, agar diri terhindar dari korupsi, terhindar pula dari ancaman di bui, negeri menjadi makmur, pembangunan dapat berjalan dengan baik, kesejahteraan masyarakat hanya tinggal menunggu waktu hingga saatnya nanti Indonesia menjadi negara maju. Mari belajar jujur!

Jujur: Langkah Awal Membangun Negeri

4 pemikiran pada “Jujur: Langkah Awal Membangun Negeri

  1. udah mulai langka kayanya ni *jujur* yg bener🙂
    banyak hal sepele yg ga jujur dianggap biasa lama2 jadi tukang bohong deh kebanyakan begitu yg terjadi

    1. maka ayo kita mulai dari diri sendiri, dari hal2 yang kecil, dan sekarang juga agar mampu menginspirasi yg lain🙂 karena ini salah satu langkah awal membangun optimisme masa depan Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s