Cegah Banjir dengan Bank Sampah

www.menlh.go.id
http://www.menlh.go.id

Tulisan ini telah dimuat dalam Poros Mahasiswa Koran Sindo 22 Januari 2013

http://www.koran-sindo.com/node/360940

Banjir tahun ini (2014) terjadi di beberapa kota besar di Indonesia, salah satunya adalah Ibukota negara kita yaitu Daerah Khusus Istimewa (DKI) Jakarta sebenarnya beberapa infrastruktur  telah di bangun dengan baik oleh pemerintah, contohnya seperti, gorong-gorong dan tanggul–tanggul telah diperkuat, ditambah lagi dengan sungai-sungai yang telah dibersihkan, tetapi ternyata tidak mampu mengatasi aliran debit air yang tinggi sehingga banjir masih terjadi di kota Jakarta.

Salah satu sebab dari bencana banjir di Jakarta adalah terhambatnya aliran air hujan karena sampah, sebenarnya banjir bisa segera surut jika saja saluran air dapat mengalirkan air dengan baik, sehingga potensi berbahaya dari banjir dapat diminimalisir, bahkan mungkin saja banjir tidak terjadi, tetapi karena sampah yang menghambat aliran air maka banjir pun tetap terjadi.

Sampah telah menjadi masalah terbesar di Indonesia, begitu pun DKI Jakarta tidak terlepas dari permasalahan ini, jumlah sampah yang kian mengunung tidak mampu lagi di tampung oleh beberapa tempat penampungan sampah. Berdasarkan data dari kementerian lingkungan hidup setiap hari rata–rata orang Indonesia menghasilkan sebanyak 2 kg sampah, bayangkan berapa banyak jumlah sampah yang dihasilkan penduduk Indonesia setiap harinya?

Banjir adalah salah satu masalah yang timbul dari sampah yang menggunung tersebut, masalah seperti banjir yang diakibatkan sampah sebenarnya dapat diatasi dengan baik oleh bank sampah, yang sudah banyak diterapkan di daerah–daerah lain, contohnya Yogya dan Malang.

Cara kerja bank sampah sebenarnya sangat mudah, mirip dengan bank pada umumnya, hanya saja jika di bank umum yang di tabung adalah uang maka di bank sampah yang di tabung adalah sampah, di sini seseorang hanya tinggal mengumpulkan sampah ke bank sampah, kemudian sampah tersebut di tukar dengan sejumlah uang yang bisa dihasilkan dari pengelolaan sampah tersebut.

Uang ini di dapat dari proses pengelolaan sampah, karena sampah organik dapat di olah menjadi pupuk, sedangkan sampah non organik yang sulit hancur dapat kita kelola menjadi barang daur ulang yang masih dapat kita manfaatkan.

Jika bank sampah dapat berjalan baik, tentu hal ini tidak hanya mengurangi jumlah sampah yang berada di jalan dan sungai kota–kota besar di Indonesia tetapi juga dapat meningkatkan rasa disiplin warga dalam membuang sampah, karena sampah ternyata dapat menjadi tambahan penghasilan, tentu hal ini menjadi daya tarik lebih dari bank sampah untuk segera diterapkan, apalagi di Jakarta yang taraf hidupnya kian tinggi.

Akhirnya banjir dan sampah yang merupakan salah satu masalah terbesar bangsa ini dapat teratasi dengan baik melalui bank sampah, mari bergerak untuk Jakarta serta Indonesia yang bebas banjir dan sampah, bersama membangun bank sampah untuk Indonesia yang bebas sampah.

Cegah Banjir dengan Bank Sampah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s