Nada-Nada Sumbang Kebhinekaan

radiodfm.com
radiodfm.com

Tulisan ini telah dimuat dalam Eramadina.com pada 6 Februari 2014

http://eramadina.com/nada-nada-sumbang-kebhinekaan/

Nada-nada yang tersusun indah dalam dunia musik tentu akan dengan asyik dinikmati oleh banyak orang. Perbedaan alat musik dengan harmoni nada yang berbeda dapat menciptakan karya seni yang indah. Contohnya nampak pada salah satu lagu asli Indonesia berjudul Bengawan Solo karya Gersang yang dikenal hingga negeri Jepang.

Seperti itulah perbedaan nada yang dimainkan dengan indah dari tangan sang maestro. Ia mampu menciptakan karya seni. Berbeda dengan seorang pemula yang bermain musik, sering kali akan didapati nada-nada sumbang yang kurang pas saat dimainkan.

Begitupun dengan perbedaan. Jika kita bingkai dengan manis tentu dapat tercipta keindahan. Tapi, jika kurang bijak membingkai perbedaan yang akan ditemukan adalah perpecahan. Ia mirip nada-nada sumbang yang tercipta dari tangan-tangan pemain pemula.

Indonesia jika kita analogikan sebagai seorang manusia yang mempelajari seni memainkan alat musik. Kita akan menemukan seorang manusia yang telah berlatih memainkan alat musik selama 68 tahun. Pasalnya, instrumen alat pencipta harmoni yang bernama Pancasila itu telah ada sejak 68 tahun lalu.

Ironisnya, melihat kondisi Indonesia saat ini jauh panggang dari api. Beberapa kasus kekerasaan masih sering terjadi. Ternyata dengan dalih perbedaan mereka saling hantam. Lebih parah lagi, pemerintah seakan mendiamkan kasus-kasus penyerangan tanpa hak.

Jika pemerintah tetap tidak bergerak untuk menanggulangi kasus-kasus ini, dapat diartikan mereka telah menghianati undang-undang. Bagaimapun bentuknya pelanggaran terhadap hukum seharusnya juga ditindak secara hukum. Bukankah hukum tercipta agar keamanan warga negara dapat benar-benar dijamin oleh negaranya?

Ketegasan pemerintah menegakkan Pancasila tentu akan memberikan rasa aman kepada warga negaranya, sehingga perbedaan bukan menjadi sebuah alasan untuk saling berperang. Selain itu, pengamalan akan jiwa Pancasila sudah seharusnya kita hadirkan dalam laku hidup sehari-hari.

Indonesia dengan segenap kemampuannya tentu akan sangat mampu mengubah nada-nada sumbang Kebhinekaan Indonesia menjadi harmoni indah berbalut kerukunan dan persatuan. Mari belajar menghargai sebuah perbedaan karena darinya dapat lahir harmoni indah kebangsaan.

Nada-Nada Sumbang Kebhinekaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s